Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Serbuk Karet Ban Pada Campuran Lapis Aspal Beton
Abstract
Seiring dengan meningkatnya beban pada perkerasan jalan, maka bahan lapis keras dituntut lebih mampu meneruskan dan menyebarkan beban yang diterima kemudian meneruskannya dan menyebarkan beban tersebut ke lapis yang berada dibawahnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas aspal adalah dengan menambahkan bahan tambah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui campuran lapisan aspal beton tanpa penambahan serbuk karet ban ditinjau dari parameter marshall; (2) Untuk mengetahui campuran lapisan aspal beton dengan penambahan serbuk karet ban sebesar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% ditinjau dari parameter marshall; dan (3) Untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk karet ban sebesar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% pada campuran lapisan aspal beton ditinjau dari parameter marshall.  Metode penelitian dibagi menjadi tahapan pemilihan bahan, tahapan benda uji, tahapan pengujian benda uji, dan tahapan analisis data. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah agregat, aspal penetrasi 60/70, filler abu batu, dan serbuk karet ban sebagai bahan tambah. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian agregat, pengujian aspal, dan pengujian parameter marshall. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, dan VMA penggunaan bahan tambah serbuk karet ban menunjukkan pengaruh nilai yang lebih baik dibandingkan benda uji tanpa menggunakan bahan tambah serbuk karet ban pada campuran lapis aspal beton ditinjau dari parameter marshall. Sedangkan dari hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan adalah nilai stabilitas dan marshall quotient pada prosentase penambahan serbuk karet ban 7% dan 9%, hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan bahan tambah serbuk karet ban terhadap nilai stabilitas dan marshall quotient pada campuran lapis aspal beton ditinjau dari parameter marshall.
 Â
Kata kunci : bahan tambah, serbuk karet ban, lapis aspal betonFull Text:
9 - 17References
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2012. “Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis tahun 1987-2010â€. Online: http://www.bps.go.id/tab_ sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=17¬a b=12.
Darunifah, N. 2007. “Pengaruh Bahan Tambahan Karet Padat Terhadap Karakteristik Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS - WC)â€. Online: http://eprints.undip.ac.id/ 18493/1/Nurkhayati_Daru nifah.pdf. Diakses pada 2007.
Departemen Pekerjaan Umum. 1987. “Petunjuk Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (Laston) Untuk Jalan Raya/SNI No.1737-1989-Fâ€. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum Jakarta.
Direktorat Jenderal Bina Marga. 1983. “Petunjuk Pemeriksaan Lapisan Aspal Beton(Laston) No. 13/PT/B/1983â€. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Hafizullah, A. 2011. “Jurnal Aspalâ€. Online:
http://ahmadhafizullahrito nga.blog.usu.ac.id/page/4/.
Hartono. 2008. “SPSS 16.0 Analisa Data Statika dan Penelitianâ€. Pekanbaru: Pustaka Pelajar.
Oglesby, C.H. & Hicks, R.G. 1996. “Teknik Jalan Rayaâ€. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 1997. “Statistika untuk Penelitianâ€. Bandung: Alfabeta.
Sugiyanto, G. 2008. “Kajian Karakteristik Campuran Hot Rolled Asphalt Akibat Penambahan Limbah Serbuk Ban Bekasâ€. Online: http://puslit2.petra.ac.id/ej ournal/index.php/uaj/articl e/viewFile/17525/17444. Diakses pada 2009.
Sukirman, S. 1992. “Perkerasan Lentur Jalan Rayaâ€. Bandung: Nova.
Sukirman, S. 2007. “Beton Aspal Campuran Panas.†Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Suprapto. 2004. “Bahan dan Struktur Jalan Rayaâ€. Bandung: KMTS FT UGM.
Suryadharma, H. & Susanto, B. 2008. “Rekayasa Jalan Rayaâ€. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Tenriajeng, A.T. 2002. “Laston Sebagai Bahan Alternatif Pada Pekerjaan Pelapis Jalanâ€. Online:http://research.mer cubuana.ac.id/proceeding/ hal_7_sd_13_Laston__Andi _Tenrisukki_T.pdf.
Tim Penulis PS. 2008. “Panduan Lengkap Karetâ€. Depok: Penebar Swadaya
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

