Cerita Rakyat Sebagai Media Keterampilan Berbahasa
Abstract
Abstrak: Terdapat dua hal penting dalam pengajaran BIPA yaitu pengajaran bahasa dan pengajaran budaya. Makalah ini mencoba memaparkan pengajaran BIPA sebagai sebuah pengajaran yang terintegrasi. Model pembelajaran ini ditujukan kepada penutur asing di tingkat menengah. Budaya yang dimunculkan pada pembelajaran ini adalah pembelajaran cerita rakyat. Model pembelajaran ini menggunakan metode komunikatif yang terintegrasi dengan empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, membaca, menulis dan berbicara, dengan adanya integrasi dalam pengajaran ini akan mempermudah penutur asing dalam memproduksi bahasa serta memahami budaya Indonesia.
Kata Kunci: cerita rakyat, sastra, media, keterampilan berbahasa, BIPA
Full Text:
PDFReferences
Dulay, H., Burt, M. & Krashen, S. 1982. Language Two. New York: Oxford University Press.
Gagne, R.M., 1970. The Conditions of Learning. New York: CBS College Publishing.
Gagne, R.M. and Leslie J Briggs.1970.Principles of Instructional Design.Harcourt Brace Jovanivich College Publisher.San Diego
Hamalik, O. 1986. Media Pendidikan. Bandung:Alumni.
Knowles, M. 2005. The Adult Learner Sixth Edition. Burlington: Elsevier.
Richards, Jack C. Communicative Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.
Widodo. 2004. Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Model Tutorial: Studi Kasus Pembelajaran BIPA Tingkat Pemula Pada Program Center For Indonesian Studies Universitas Negeri Malang. Disertasi: tidak diterbitkan. Malang: FS UM.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Inovasi Pendidikan ini terindeks:
