PERBANDINGAN KARAKTER FENOTIPE KUANTITATIF SERTA HUBUNGAN UKURAN TUBUH DENGAN BOBOT BADAN PADA INDUK CROSS DORPER DAN CROSS TEXEL

Khoirunnisa Saka, Mudawamah Mudawamah, Nisa'us Sholikah

Abstract


Riset yang telah dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakter fenotipe kuantitatif yang meliputi bobot badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, dan lebar pinggul, serta mengetahui hubungan ukuran-ukuran tubuh tersebut dengan bobot badan pada induk domba Cross Dorper dan Cross Texel. Penelitian ini menggunakan 40 ekor induk domba berumur poel satu (memiliki sepasang gigi seri permanen), yang terdiri atas 20 ekor induk Cross Dorper dan 20 ekor induk Cross Texel. Uji-t sampel independen, analisis korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana Adalah analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa induk Cross Dorper memiliki rataan bobot badan, lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, dan lebar pinggul masing-masing sebesar 34,02 kg; 82,82 cm; 56,08 cm; 62,29 cm; dan 20,83 cm, sedangkan pada induk Cross Texel masing-masing sebesar 31,08 kg; 79,53 cm; 45,68 cm; 61,02 cm; dan 19,03 cm. Seluruh parameter fenotipe kuantitatif berbeda nyata antara kedua kelompok domba (P < 0,05), dengan peningkatan ukuran tubuh pada Cross Dorper dibandingkan Cross Texel berkisar antara 2,08–22,77%. Pada induk Cross Dorper, seluruh ukuran tubuh memiliki hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan dengan bobot badan, dengan nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,802–0,906 dan koefisien determinasi sebesar 64,25–82,06%. Lingkar dada merupakan parameter terbaik dalam menduga bobot badan Cross Dorper dengan persamaan regresi Y = 1,1115X − 58,054 dan R² = 0,8206. Pada induk Cross Texel, hubungan ukuran tubuh dengan bobot badan berada pada kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,429–0,580 dan koefisien determinasi sebesar 18,39–33,57%. Tinggi badan merupakan parameter terbaik dalam menduga bobot badan Cross Texel dengan persamaan regresi Y = 0,8594X − 21,055 dan R² = 0,3357, sedangkan hubungan lebar pinggul dengan bobot badan tidak signifikan (P > 0,05). Disimpulkan bahwa induk Cross Dorper memiliki rataan karakter fenotipe kuantitatif yang lebih tinggi daripada induk Cross Texel. Lingkar dada merupakan penduga tunggal terbaik terhadap bobot badan Cross Dorper. Pada Cross Texel, tinggi badan merupakan penduga tunggal terbaik.
Kata kunci: bobot badan, Cross Dorper, Cross Texel, fenotipe kuantitatif, ukuran tubuh.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.