PENGARUH PENAMBAHAN BIJI KORO PEDANG DAN GAPLEK TERFERMENTASI Aspergillus niger PADA PAKAN BROILER PERIODE FINISHER TERHADAP TINGKAT KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK

fiqi Iqbal, M farid Wadjdi, Badat Muwakhid

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat penambahan biji koro pedang (Canavalia ensirformis) dan gaplek terfermentasi yang terbaik dalam pakan broiler fase finisher. Materi yang digunakan kapang Aspergilus niger, broiler umur 21 hari, pakan komersial, tepung gaplek, dan biji koro pedang. Metode percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 4 kelompok, P0: 100% pakan komersial, P1: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 15%, P2: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 20%, P3: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 25%. Variabel yang diamati yaitu tingkat kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Analisis ragam menghasilkan bahwa penambahan campuran KGF dengan pakan komersial yang diberikan pada perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata (P<0,05) pada tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dan berpengaruh nyata pada rata – rata kelompok (P<0,05) terhadap tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Adapun nilai rata – rata pada tingkat kecernaan bahan kering (KcBK) yaitu P0: 66,62%, P1: 67,73%, P2: 68,32%, P3: 69,51%. Nilai rata – rata pada tingkat kecernaan bahan organik (KcBO) yaitu P0: 69,40%, P1: 70,75%, P2: 71,39%, P3: 72,18%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organic dapat meningkat dengan menambahkan campuran pakan Biji Koro Pedang dan Gaplek yang sudah di fermetasi dengan Aspergilus niger.

 

Kata kunci: broiler finisher, konversi pakan, biji koro pedang, tepung gaplek, aspergilus niger


Full Text:

PDF

References


Ajewole, K. 2002. Investigation Into the Lesser Known Pulse-Canavalia Ensiformis: Chemical composition and Fatty Acid Profile. The Journal of Food Technology in Afric. 7 (3) : 82-84.

Aziz, A. F. 2009. Analisis Resiko dalam Usaha Peternakan Broiler (Studi Kasus Usaha Peternakan X). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nur F,. 2020. Analisis Usaha Ternak Broiler. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Makasar

Ismail, A., dan Karuniawan, A., 2007. Diversitas Genetik Plasma Nutfah Kacang Pedang (Canavalia ensiformis L.) Berdasarkan Karakter Morfologi Bunga dan Daun. Jurnal, 18 (2) : 160-169.

Mulder. 1996. Fermentasi untuk Memperbaiaki Kualitas Pakan. Pustaka baru press. Yogyakarta

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. UI- Press, Jakarta

Purwadaria, T., T. Haryati, T. Setiadi, J. Dharma, A.P. Sinurat dan T.2004. Pengaruh Penambahan Biotin pada Media Pertumbuhan Terhadap Produksi Sel Aspergillus niger, Jurnal. 10 (2) : 46-50.

Ravindran dan Blair .1991. Pengunaan Pakan Tepung Gaplek Perlu Adanya Fermentasi. Ed. II.PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Schuster E, Coleman D N, Frisvad J, Dijck V P. 2002. On The Safety of Aspergillus Niger Review. Applied Microbiology and Biotechnology. 59 (5) : 426-435.

Tanwiriah, W., D. Darnida dan Y.I. Asmara. 2006. Pengaruh Tingkat Pemberian Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Performan Entok (Muscovy duck) Pada Periode Pertumbuhan. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Fakultas Peternakan. Universitas Padjadjaran. Sumedang. Jawa Barat

Yang, Wen., Kim, W.S., Fang, A., & Demain, A. 2006. Carbon and Nitrogen Source Nutrition of Fumagillin Biosynthesis by Aspergillus fumigatus. Current microbilogy., 46 (4) : 275-279.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.