BLENDED LEARNING SEBAGAI UPAYA REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PERGURUAN TINGGI UMUM
Abstract
ABSTRAK: Pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Umum menempati posisi yang sangat strategis bagi masa depan bangsa. Pendidikan agama Islam merupakan matakuliah yang memiliki cakupan sangat luas. Akan tetapi, pembelajaran pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum sangat terbatas sekali yaitu hanya 2 sks selama menjadi mahasiswa. Pendidikan agama Islam seharusnya bukan sekedar proses transfer pengetahuan dari pendidik kepada pebelajar, namun pebelajar harus dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan yang dapat diandalkan dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan keagamaan riil yang dihadapi. Kemampuan berpikir kritis akan membantu pebelajar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi baik yang ditemui sekarang atau masa mendatang. Blended learning sebagai model pembelajaran berhasil dalam: (a) membantu pebelajar untuk belajar secara lebih mandiri, karena kegiatan belajar yang terdapat dalam blended learning sangat memungkinkan bagi pebelajar untuk belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing, (b) mengarahkan kontrol belajar (learning control) untuk tidak berpusat pada pembelajar (teacher centered) tetapi berpusat pada pebelajar (student centered), (c) membantu pencapaian tujuan pembelajaran.
Kata kunci: blended learning, pendidikan agama Islam, problem solving
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Vicratina terindeks oleh:
Jurnal Vicratina is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License







