ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH (Studi Kasus Desa Tawangagro Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Jawa Timur)
Abstract
Abstract
Shallots are one of the horticultural commodities that have high economic value and are widely cultivated by farmers in Indonesia. Shallot production is influenced by several production factors used in farming activities. This study aims to analyze the factors affecting shallot production in Tawangargo Village, Karangploso District, Malang Regency. This research used a survey method with purposive location selection. Sampling was conducted using systematic random sampling with 40 shallot farmers as respondents. The data used consisted of primary and secondary data. The analytical method used was multiple linear regression to determine the effect of production factors on shallot production. The variables used included land area, seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer, organic fertilizer, pesticides, labor, and climate. The results showed that the coefficient of determination (R²) was 0.941, meaning that the independent variables were able to explain 94.1% of the variation in shallot production. The results of the analysis showed that land area, pesticides, and climate had a positive effect on shallot production, while labor had a negative effect on shallot production. Meanwhile, seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer, and organic fertilizer had no significant effect on shallot production.
Keywords: shallot, production factors. farming
Abstrak
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Produksi bawang merah dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi yang digunakan dalam kegiatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode systematic random sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 petani bawang merah. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap produksi bawang merah. Variabel yang digunakan meliputi luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk organik, pestisida, tenaga kerja, dan iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,941 yang berarti bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi produksi bawang merah sebesar 94,1%. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan, pestisida, dan iklim berpengaruh positif terhadap produksi bawang merah, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif terhadap produksi bawang merah. Variabel bibit, pupuk urea, pupuk NPK, dan pupuk organik tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang merah.
Kata kunci: bawang merah, faktor produksi. Usahatani
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Gilang Awwalludin Nafi', Dwi Susilowati, Lia Rohmatul Maula
Supported by:


