ANALISIS PENDAPATAN PETANI BAWANG DAUN (ALLIUM FISTOLUSUM) DI DESA TORONGREJO PADA PETANI PENGGUNA DAN BUKAN PENGGUNA KARTU TANI
Abstract
Produksi bawang daun dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh
banyaknya petani yang beralih usahatani dari bawang merah ke bawang daun dikarenakan petani
beranggapan bawang daun lebih menguntungkan daripada bawang merah (Sholihah et al., 2018).
Torongrejo merupakan salah satu desa yang telah menerapkan kartutani, namun masih belum
menyeluruh kesemua petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efisiensi petani
bawang daun pada petani pengguna kartutani dan petani bukan pengguna kartutani.Metode
penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berlokasi di Desa Torongrejo Kec.
Junrejo Kota Batu pada tanggal 15 April - 15 Mei 2022. Tenik pengambilan sampel menggunakan
simple random sampling serta penetapan jumlah sampel secara purposive atau sengaja sebanyak
44 sample. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani pengguna kartu tani dalam satu kali
tanam sebanyak Rp.82.846.611,- dengan R/C Ratio 2,56 yang berarti apabila petani mengeluarkan
biaya Rp.1,00,- maka akan menerima Rp.2,56,-. rata-rata pendapatan yang diterima petani bukan
pengguna kartu tani dalam satu kali tanam sebanyak Rp.69.818.587,- dengan R/C Ratio 2,16 yang
berarti apabila petani mengeluarkan biaya Rp.1,00,- maka akan menerima Rp.2,16,-. Berdasarkan
pendapatan yang diterima petani pengguna kartu tani lebih menguntungkan daripada petani bukan
pengguna kartu tani dikarenakan penerimaan yang diterima lebih besar.para petani yang belum memanfaatkan program kartu tani dapat memanfaatkan kartu tani agar mendapatkan pendapatan
yang lebih optimal.
Kata kunci: Efisiensi, kartu tani.
banyaknya petani yang beralih usahatani dari bawang merah ke bawang daun dikarenakan petani
beranggapan bawang daun lebih menguntungkan daripada bawang merah (Sholihah et al., 2018).
Torongrejo merupakan salah satu desa yang telah menerapkan kartutani, namun masih belum
menyeluruh kesemua petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efisiensi petani
bawang daun pada petani pengguna kartutani dan petani bukan pengguna kartutani.Metode
penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berlokasi di Desa Torongrejo Kec.
Junrejo Kota Batu pada tanggal 15 April - 15 Mei 2022. Tenik pengambilan sampel menggunakan
simple random sampling serta penetapan jumlah sampel secara purposive atau sengaja sebanyak
44 sample. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani pengguna kartu tani dalam satu kali
tanam sebanyak Rp.82.846.611,- dengan R/C Ratio 2,56 yang berarti apabila petani mengeluarkan
biaya Rp.1,00,- maka akan menerima Rp.2,56,-. rata-rata pendapatan yang diterima petani bukan
pengguna kartu tani dalam satu kali tanam sebanyak Rp.69.818.587,- dengan R/C Ratio 2,16 yang
berarti apabila petani mengeluarkan biaya Rp.1,00,- maka akan menerima Rp.2,16,-. Berdasarkan
pendapatan yang diterima petani pengguna kartu tani lebih menguntungkan daripada petani bukan
pengguna kartu tani dikarenakan penerimaan yang diterima lebih besar.para petani yang belum memanfaatkan program kartu tani dapat memanfaatkan kartu tani agar mendapatkan pendapatan
yang lebih optimal.
Kata kunci: Efisiensi, kartu tani.
Full Text:
PDFReferences
Ghozali, I. (2007). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS). Badan Penerbit
Universitas Diponegoro,.
Ma’arif, S., Siswadi, B., & Hindarti, S. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pengambilan Keputusan Petani Wortel Dalam Pemanafaatan Program Kartu Tani Di Desa
Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Mahendra, B., Suprapto, S., & Barima, H. (2021). Pengaruh Program Kartu Tani Terhadap
Penurunan Biaya Pupuk Pada Petani Padi. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Elif Elia Hasanah, Bambang Siswadi, Bambang Siswadi, Sri Hindarti, Sri Hindarti
Supported by:


