EFISIEBSI PEMASARAN KOPI DI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG
Abstract
Pemasaran merupakan proses yang harus dilalui petani sebagaiprodusenuntuk menyalurkan produknya hingga sampai ke tangan konsumen. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan saluran pemasaran kopi dan aktivitas pemasaran kopidan untuk mengetahui efisiensi pemasaran kopi dilihat dari besar margin, share margin, integrasi pasar dan elastisitas transmisi harga kopi pada masing-masing saluran pemasaran kopi di Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.Penelitian dilakukan pada 3 juni 2021-20 juli 2021. Pendekatan peneltian yang    digunakan yaitu metode analisis deskriptif dan metode analsisi kuantitatif.Analisis yang dilakukan meliputi analisis marjin Lembaga Pemasaran, Distribusi Margin,Share, Efisiensi Pemasaran, Analisis Integrasi Pasar, Analisis Elastisitas Transmisi Harga. Hasil dari penelitian didapatkan 2 saluran pemasaran yang terlibat yaitu:a.Saluran I: Petani-Pedagang Pengumpul-Konsumen.b.Saluran II: Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Besar-Konsumen.Dari kedua saluran pemasaran dilahat dari margin yang lebih efisien yaitu pada saluran II dengan nilai margin yanglebih kecil dari saluran I yaitu sebesar Rp. 18.576/Kg, sedangkan margin pada saluran I sebesar Rp.18.950/Kg. Distribusi margin paling besar terjadi pada biaya penyusutan. Pada saluran I distribusi margin pada pedagang pengumpul sebesar Rp.16.660 sedangkan pada saluran II pada pedagang pengumpul sebesar RP. 15.159,95 dan pedagang besar sebesar Rp 485. Efisiensi margin pada saluran I yaitu sebesar 77,34%, saluran IIsebesar 76,60. Integrasi pasar yang terjadi adalah pasar persaingan tidak sempurna yang dimana struktur pasar merupakan pasar monopsoniyang dikarenakan nilai koefisien regresi < 1 danterdapat penjual lebih banyak dari pada pembeli.Akan tetapi pasar yang tebentuk antara pedagang pengumpul dengan pedagang besar lebih mengarah pada pasar bersaing sempurna yang disebabkan oleh nilai koefisien regresi mendekati 1 yang dimana perubahan harga ditingkat pedagang besar diikuti kenaikan harga yang tidak berbeda jauh dengan perubahan harga ditingkat pedagang pengumpul.Et > 1 yang artinya jika harga kopi naik sebesar 1% ditingkat lembaga pemasaran diatasnya maka akan meningkatkan harga ditingkat produsen . Nilai Et >1atau < 1menunjukkan bahwa pemasaran kopi belum efisien yang dikarenakan oleh adanya pasar bersaing tidak sempurna.Katakunci: Kopi, Saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian hasil yang diterima petani.
Full Text:
PDFReferences
Cantika. (2012). Iptek Bagi Gapoktan Jati Mulya Keluruhan Jati Mulyo Lowokwaru Kota Malang. Jurnal Ekonomi Pembangunan.Daniel, Moehar. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.Ilahude, Mega Artha. 2013. Analisis Sistem Pemasaran Kopra di Kabupaten Gorontalo (Suatu Studi di Kecamatan Limboto). Skripsi. Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo.Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian. UMM Press. MalangSoekartawi. (2002). “Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian (Teori Dan Aplikasi)â€. Edisi Revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Taufiq Firmansyah, Ir. M. Noerhadi Sudjoni., MBA., M.P, Zainul Arifin
Supported by:


