PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS CERPEN BERBASIS KARAKTER PESANTREN UNTUK SISWA KELAS VII SMP ISLAM AL MAARIF 01 SINGOSARI
Abstract
Abstrak: Manusia yang memiliki akhlak baik lebih berharga dari pada rang yang berilmu namun tidak memiliki akhlak. Akhlaklah yang membedakan manusia dengan makhluk Allah yang lain Allah menjadikan manusia makhluk yang paling berpotensi sesuai dengan fitrahnya. Allah melengkapi fitrah manusia dengan potensi-potensi iman, potensi ilmu, serta potensi pendengaran, penglihatan, dan hati atau potensi kecerdasan. Untuk mengupayakan terbentuknya manusia yang berakhlak, maka perlu adanya pendidikan yang mengarah pada perbaikan akhlak dan penanaman akhlak dalam kegiatan pembelajaran.  Pendidikan yang mengarah pada perbaikan akhlak akan mencetak generasi bangsa yang unggul dalam hal IPTEK dan juga bermartabat dalam kehidupan bermasyarakat.  Penggunaan bahan ajar yang tepat dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif cara untuk menanmkan nilai-nilai atau karakter dalam pembelajaran. Untuk mewujudkan pendidikan yang mengarah pada perbaikan akhlak maka guru hasrus aktif dan kreatif dalam membuat bahan ajar, bahan ajar yang digunakan hendaknya tidak terpaku pada apa yang telah disediakan namun dapat membuat bahan ajar yang disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan siswa. salah satu alternatif yaitu membuat  bahan ajar berbasisi karakter pondok pesantren  yang dapat diterapkan kepada peserta didik. Mengingat kenyataan bahwa pengembangan bahan ajar teks deskripsi yang di dalamnya menanamkan karakter pondok pesantren. Penelitian dengan fokus penerapan karakter pondok pesantren sangat dibutuhkan zaman ini, maka peneliti tertarik untuk memilih judul “Pengembangan Bahan Ajar Teks Cerpen Berbasis Karakter Pesantren Untuk Siswa Kelas VII SMP Islam Al Maarif 01 Singosariâ€.
Pada  bahan ajar ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model 4D, Model 4-D dipandang tepat untuk mengembangkan model pembelajaran tersebut, karena model pengembangan 4-D merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu (1) define (pembatasan),. (2) design (perencanaan), 3) develop (pengembangan), dan (4) disseminate (penyebaran).
Hasil validasi oleh ahli isi dan bahasa menghasilkan presentase sebesar 71%, dalam kategori ini sangat valid. Hasil validasi oleh ahli isi dan bahasa menghasilkan persentase 90%, dalam persentase yang dipaparkan ini sangat valid. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan dalam pengembangan model bahan ajar ini sangat layak digunakan sebagai model bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia.Validasi oleh ahli desain sebesar 85%, tergolong hasilnya sangat valid. Dapat disimpulkan berdasarkan data yang telah dipaparkan bahwasannya  bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia berabsisi karakter pondok pesantren. Validasi oleh praktisi (guru) memperoleh hasil sebesar 90, 83%, dari hasil yang telah disajikan tersebut maka tergolong sangat valid dalam kategori sangat valid. Data  tersebut dapat dismpulkan pengembangan bahan ajar ini cocok dan layak digunakan untuk model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis karakter pondok pesantren. Validasi oleh kelompok kecil yang dilakukan oleh dua puluh peserta didik SMP Islam Al Maarif 01 Singosari menghasilkan persentase 99%, termasuk pada kriteria sangat valid. Data yang dipaparkan tersebut mencerminkan bahwasannya dalam pengembangan model bahan ajar bahasa Indonesia layak dipergunakan sebagai model bahan ajar bahasa Indonesia berbasisi karakter pondok pesantren.
Â
Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Deskripsi, Karakter Pondok PesantrenFull Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Arifin, Bambang Samsul.dkk.2019. Manejemen Pendidikan Karakter. Jawa Barat: CV. Putaka Setia.
Aly, Abdullah.2011. Pendidikan Islam Multikultural Pesantren. Yogyakarta. Pustaka pelajar.
Asyari, Hasim. 2017. Pendidikan Karakter Khas Pesantren. Malang Tira Smart.
Daryanto. 2013.Menyusun Modul Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar.Malang. Gava Media
Koesoema, Doni A. 2010. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo
Marzuki. 2014. Pendidikan Karakter Islam. Yogyakarta. Amzah.
Majid, Abdul. 2013. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyatiningsih, Endang, 2014. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inofatif, Dan Kreatif, Jakarta: Esensi
Suyono. Hariyanto. 2016. Belajar dan Pembelajaran. Surabaya. PT. Remaja Rosdakarya
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta
Sitepu,2015.Penulisan Buku Teks Pelajaran.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Siregar, Evelin. Nara. 2015.Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia
Jailani, Imam. A. 2012. Pendidikan Karakter Sebagai Potret Konsistensi Budaya Ditengah Himpitan Moderenitas, Jurnal Karsa. Islam Budaya Pesantren. Stain Pamekasan
Winarni, Endang Widi . 2018. Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Jakarta.
Zaini,Helmy Faishal.2015. Pesantren Akar Pendidikan Karakter Islam Nusantara: Juli. P3M.
https://www.ayoksinau.com/pengertian-deskripsi-beserta-contoh-menurut-para-ahli-yang-sangat-terpercaya-ayok-sinau/
https://portal-ilmu.com/pengertian-ciri-jenis-teks-deskripsi/#!
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.jpg)

_-_Copy.jpg)
.jpg)
