PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, METAKOGNITIF, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X SMAN 2 TRENGGALEK

Nanda Febri Nur Ramadhan

Abstract


Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh (1) kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa; (2) kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa; (3) kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa; dan (4) kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis ex post facto. Penelitian ini menggunakan siswa kelas X MIPA SMAN 2 Trenggalek sebagai populasi. Pengambilan dilakukan dengan cluster random sampling. Data variabel bebas dikumpulkan melalui penyebaran angket atau kuisioner, sedangkan data variabel terikat didapatkan melalui studi dokumentasi guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis two way anova pada SPSS 22.0. Hasil penelitian ini diperoleh (1) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,097 > 0,05 dan fhasil = 5,556 > f tabel = 0,12; (2) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,233 > 0,05 dan fhasil = 1,543 > ftabel = 0,12; (3) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,145 > 0,05 dan fhasil = 0,604 > ftabel = 0,12; dan (4) adanya pengaruh signifikan bersama-sama antara kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,482  > 0,05 dan fhasil = 0,503 > ftabel = 0,1. Setelah itu, pengujian  pengujian dilanjutkan menggunakan Tes Post Hoc Tukey HSD dan Bonferroni yang bertujuan untuk menentukan variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap variabel terikat. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis lebih dominan dengan n Sig 0,00 < 0,05 sedangkan kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional menunjukan n Sig > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis lebih berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Metakognitif, Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Siswa


References


DAFTAR RUJUKAN

Goleman, D. 2015. Emotional Intelligence. Penerjemah: T Hermaya. Jakarta: Gramedia.

Haryanti, Y. D., 2017. Model Problem Based Learning Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas. 3(2):57-63.

Herlanti, Y. 2015. Kesadaran Metakognitif dan Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik Sekolah Menengah Atas dalam Mempersiapkan Ketercapaian Standar Kelulusan pada Kurikulum 2013. Jurnal Cakrawala, 34(3): 357-367.

Iskandar, S.I. 2014. Pendekatan Keterampilan Metakognitif dalam Pembelajaran Sains di Kelas. Jurnal Erudio. 2(2):13-20.

Jannah, N. M., Utomo, D. H., & Handoyo, B. 2019. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 4(12): 1710-1714.

Makmur, W., Corebima, A. D,, & Gofur, A. 2019. Hubungan antara Keterampilan Metakognitif dan Retensi Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 4(7): 892-896.

Maryati, T., Elmunsyah, H. & Sutadji, E. 2016. Pentingnya Pengembangan Profesionalitas Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMK. Seminar Nasional Pendidikan Pendidikan Akuntansi FKIP UMS. Hal. 58-67.

Masiaroh & Rostrieningsih. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi Di SMK Negeri 1 Bogor. Jurnal Ekonomi & Pendidikan. 8(2):157-172.

Nuryati, L. Zubaidah, S., & Diantoro, M. 2018. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 3(2): 155-158.

Putri, A. A., & Haryanto. 2018. Perbedaan Kecerdasan Emosional pada Mahasiswa yang Mengikuti UKM Musik dan Mahasiswa yang Mengikuti UKM Non-Musik. Gadjah Mada Journal of Psychology. 4(2):119-126.

Singalingging, J.J.A.S, Muksar, M., & Qohar, A. 2019. Proses Metakognitif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah High Order Thinking. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 4(12):1643-1654.

Sulistyani, E., & Masrukan. 2016. Pentingnya Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi Tantangan MEA. Seminar Nasional Matematika X Universitas Negeri Semarang. Hal: 605-612.

Sundari, D. P., Parno., & Kusairi. S. 2018. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Model Pembelajaran Terintegrasi. Jurnal Kependidikan. 2(2): 348-360.

Supriadi, I. 2016. Pengaruh Metode Pembelajaran dan Kecerdasan Emosional terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia. 1(2):199-212.

Trimahesri, I. & Hardini, A. T. A. 2019.Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model Realistic Mathematics Education. Thinking Skills and Creativity Journal. 2(2):111-120.

Wahana, R. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kompetensi Teks Deskripsi Kelas VII. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa 2019. Hal: 298-235.

Werdiningsih, D. 2014. Strategi Metakognisi Pembelajar Anak dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 34(1): 107-117.

Yulianingtyas, E., Budiasih, E., & Marfuah, S. 2017. Pengaruh Penggunaan Jurnal Belajar dalam Model Pembelajaran Learning Cycle 6E terhadap Kesadaran Metakognitif Siswa SMAN 8 Malang Pada Materi Redoks. Jurnal Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 2(5):724-730.

Zakaria. 2020. Mengintegrasikan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam. 3(2):106-120.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.