NILAI-NILAI LOKAL MADURA DALAM BUKU KUMPULAN CERPEN“ ROKAT TASEâ€KARYA MUNA MASYARI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN KAARAKTER
Abstract
Abstrak: Kearifan lokal adalahsebuah kecerdasan yang dimilki oleh kelompok etnis terentu yang diperoleh melalui pengalamannya. Dalam artian kearifan lokal merupakan hasil dari masyarakat tententu melalui pengalaman mereka dan belum tentu dimilki atau dialalmi oleh masyarakatetnis lain. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut akan melekat kuat pada jati diri masyarakat dan nilai itu tentunya sudah melalui perjalanan waktu yang cukuppanjang, sepanjang keberadaan masyarakat terebut, seperti cara bersopan santun, cara berperilaku jujur dan berakhlak yang baik, serta cara menghadapi berbagai masalah, semuanya terdapat dalam kearifan lokal. Berbicara tentang kearifan lokal, Madura adalah salah satu daerah yang memilki kearifan lokal yang khas, artinya Madura mempunyai tradisi-tradisi khusus yang tidak dimliki oleh daerah lain. Salah satu cara untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, sastrawan Madura banyak yang mengabadikan melaui karya-karya, baik berupa sastra atupun karya yang lain, seperti Muna Masyari yang mengabadikan kearifan lokal Madura melalui buku kumpulan cerpennya yang berjudul Rokat Tase’. Buku tersebut banyak menceritakan tentang budaya, tradisi, ragam konflik dan kekuatan mitos yang beraroma mistis, yang di dalamnnya tekandung nila-nilai lokal yang mencerminkan kepribadian masyarakat Madura, seperti nilai keyakinan, nilai sikap dan nilai etos kerja masyarakat Madura yang tentunya juga berimplikasi terhadap pendidikan karakter msyarakat Madura itu sendiri.
Â
Kata Kunci: Nilai-nilai lokal, Masyarakat Madura, Kumpulan Cerpen Rokat Tase’Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
DAFTAR RUJUKAN
Azwar S. (2003). Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka. Pelajar.
Dzulkarnain, Iskandar. 2013. Mahalnya Sebuah identitas Peradaban Madura: Cinta Semu Kebudayaan Madura. kariman. Vo 01, No. 01:33-34
Dinas Pariwisata Kabupaten Pamekasan (DPKP), Tradisi Rokat Tase’ di Laut Pamekasan (Pamekasan Dinas Pariwisata, 1992)
Fitri. (2008). Pengertian Sikap. http:// Blog dunia Psikologi.Com, diakses 7 April 2010.
Faelosofa, Dina. 2011. Ajaran Sunan Geseng bagi Kehidupan KeagamaanMasyarakat.Komunitas. Komunitas 3 (2): 159-168
Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline V1.3, 2011.
Kuntowijoyo. (2002). Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris Madura 1850-1940. Yogyakarta: Matabangsa.
Nurwahidin, 2009.Memaknai Kembali Eskatologidan Semangat Etos Kerja Islami. Humanika.Vol, 9. No. 1: 13-24.
Rosidi, Ajip, (2011). Kearifan Lokal dalam Persepektif Budaya Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama
Rakhmat, J. (1992). Retorika Modern: Pendekatan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syamsuddin, Muhammad. 2018. History of Madura. Yogyakarta: Araska.
Sarwono, S. (2000). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sinamo, Jansen. (2011). Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika.
Sukardewi, Nyoman dkk. 2013. “Kontribusi Adversity Quontient (AQ) Etos Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kota Amlapura†dalam jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.
Sugiono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: CV Alfabeta
Wiyata, Latief Madura yang Patuh?, Kajian Antropologi Mengenai Budaya Madura (Jakarta : CERIC-FISIP UI, 2003), 1
Syamsudin. 2019. Orang Madura Perantauan di Daerah Istimewa Yogyakarta. APLIKASA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama. 18, No 1:1-22
Sinarmo, Jansen H, Etos Kerja 21 Etos Kerja Profesional di Era Digital Global, Ed 1. (Jakarta: Institut Darma Mahardika, 2003).
Wiyata, Latief. Carok: konflik kekerasan dan harga diri orang Madura.2002.Yogyakarta: LKis Pelangi Aksara. hlm.9
Yasmin, Faizatu Lutfia, dkk. 2016. Hubungan Disiplin dengan tanggung Jawab belajar Siswa. Jurnal Pendidikan. Vol. 1, No. 4: 692-697.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.jpg)

_-_Copy.jpg)
.jpg)
