Efek Pemberian Beberapa Konsentrasi Pb(NO3)2 terhadap Pertumbuhan dan Kadar Timbal pada Tanaman Hias Puring (Codiaeum variegatum L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman puring akibat pemberian konsentrasi timbal (Pb) yang berbeda, mengetahui distribusi kadar Pb pada akar dan tajuk tanaman puring akibat pemberian konsentrasi Pb yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang dengan ketinggian tempat kurang lebih 540 meter di atas permukaan laut, suhu rata-rata harian sekitar 22,7°C sampai dengan 30°C, dan jenis tanah yang digunakan dalam penelitian adalah Inseptisol. Penelitian dilakukan pada  September sampai November 2018. Penelitian  menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana terdiri dari 5 perlakuan pemberian konsentrasi Pb(NO3)2 , yaitu : D0 = 0 mg/kg, D1 = 150 mg/kg, D2 = 300 mg/kg, D3 = 450 mg/kg dan D4 = 600 mg/kg. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 45 tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian konsentrasi Pb(NO3)2 yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman pada tanaman puring selama pengamatan pada umur 35 sampai 63 hari setelah transplanting. Pertambahan jumlah daun tanaman puring pada umur 21 sampai 63 hari setelah transplanting tidak menunjukkan hasil yang nyata. Distribusi kadar timbal pada akar tertinggi terdapat pada konsentrasi 450 ppm dan 600 ppm yaitu sebesar 0,38 ppm dan kadar timbal pada tajuk tertinggi pada konsentrasi 450 ppm yaitu sebesar 0,27 ppm.
Full Text:
PDFReferences
Alloway, B.J dan Ayres. 1997. Heavy Metal in Soils. 2nd Edition. Blackie Academic and Proffesional – Chapman and Hall. London-Wenheim-New York. Tokyo-Melbourne-Madras.
Dedy, I.K., Santoso, A., dan Irwani. 2013. Studi Akumulasi Logam
Tembaga (Cu) dan efeknya terhadap struktur akar Mangrove
(Rhizophora muconata), Journal Of Marine Research, 2(4):8-15.
Gardner, F. P. ; R. B. Pearce dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya, Terjemahan: Herawati Susilo. UI Press : Jakarta
Gothberg, A. 2008. Metal Fate and Sensitivity In The Aquatic Tropical Vegetable
Ipomea Aquatica. Departement of Applied Enviromental Science.
Stockholm University. 39 p.
Irhamni, Setiaty P, Edison P, Wirsal H. 2017. Kajian Akumulator Beberapa Tumbuhan Air Dalam Menyerap Logam Berat Secara Fitoremediasi. Jurnal Serambi Engineering Fakultas Teknik USM. 1(2): 75-84.
Lorestani, B., Cheraghi, N.N. and Yousefi. 2011. Phytoremediation potential of native plants growing on a heavy metals contamined soil of copper mine in Iran. International Journal of Environmental, Chemical, Ecological, Geological, and Geophysical Engineering 5 (5):200-304.
Mangkoedihardjo, S., Ratnawati, R. dan Alfianti, N. 2008, Phytoremediation of HexavalentChromium Polluted Soil Using Pterocarpusndicus and Jatropha curcas L. WorldApplied Sciences Journal, 4: 338-342.
Mellem, J.J., Baijnath, H. and Odhav, B. 2012. Bioaccumulation of Cr, Hg, As, Pb, Cu and Ni with the ability for hyperaccumulation by Amaranthus dubius. African Journal of Agricultural Research. 7(4): 591-596, doi: 10.5897/AJAR11.1486.
Rahman, A. 2006, Kandungan Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Krustasea Di Pantai Batakan dan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.Bioscientiae 3(4) : 125 - 138.
Subroto, M.A. 1996. Fitoremediasi. Dalam: Prosiding Pelatihan dan Lokakarya Peranan Bioremediasi Dalam Pengelolaan Lingkungan, Cibinong, 24-25 Juni 1996.
Van Assche, F. dan Clijsters, H. 1986.â€Inhibition of photosynthesis in Phaseolus vulgaris by Treatment With Toxic Concentration of Zinc: effect on ribulose 1,5-biphosphate carboxylase/oxygenaseâ€. Journal of Plant Physiology, 125: 355-360.
Refbacks
- There are currently no refbacks.