Respon Dua Varietas Tanaman Kentang Granola L Dan Granola Arjuno Terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Abstract
Permintaan kentang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan produktivitas kentang melalui pengembangan pada varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman kentang terhadap pemberian  zat pengatur tumbuh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan split plot. Sebagai petak utama adalah macam varietas yang terdiri dari 2 level, V1= Granola L dan V2= Granola Arjuno. Anak petak pada percobaan ini adalah pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh yang terdiri dari 3 level, P0= 0 ml/L, P1= 0,5 ml/L dan P2= 1ml/L  Tiap-tiap perlakuan diulang 3 kali. Ada dua variabel pengamatan yaitu variabel tumbuh (Tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun) dan variabel hasil (Jumlah umbi pertanaman, bobot umbi pertanaman, bobot umbi per box). Data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan Uji F pada taraf 5% dan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dua varietas tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.). Namun secara umum aplikasi zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dua varietas tanaman kentang. Varietas Granola L (V1) memberikan respon hasil bobot umbi yang sama terhadap perbedaan konsentrasi, sementara Varietas Granola Arjuno (V2) memberikan bobot umbi tinggi pada konsentrasi 0,5 ml/L (P1) dan 1ml/L (P2). Dengan demikian disarankan untuk meningkatkan bobot umbi varietas Granola Arjuno perlu aplikasi ZPT 0,05 ml/L.
Full Text:
PDFReferences
Anonymous, 2005. Peranan Auksin. Dalam http:repository.usu.ac.id/bitstream. Diakses 4 juli2019.
Ashandi, A. A. dan N. Gunadi. 1989. Syarat Tumbuh Tanaman Kentang. Edisi krdua. Balai Penelitian Hortikultura Lembang.
Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2015. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas. Kementrian Republik Indonesia.
Davies, P.J. 1995. Plant Hormones, Physiology Biochemistry and Molecular Biology. Dorthech: Kluwer Academic Publishers.
J.H. Dodds. L.R. Roberts. 1982. Experiment in plants tissue cultuture. Cambridgade University Press. Cambridge.
M., E., Dwiastuti. Djoema’ijah. 2000. Ketahann beberapa klon kentang terhadap Ralstonia Solanacearum Mont. Di Sumber Brantas. Jurnal Hortikultura 10 (1): 24-29.
Gaba, V. B.2005. Plant growth regulators in plant tissue culture
and development. In : R.J. Trigiano and D.J. Gray (Eds.). Plant Developmentand Bioechnology. CRC Press. London. p. 87-100
George, E. F. 1993. Plant Propagation by Tissue Culture. Part 1. The Technologi Exegetic. England. p. 1361.
Gildemacher, P. Demo, P Demo, P Kinyae, P Maundia. 2011. Seed potato qu alityimprovement through positive selection by smallholder farmers in Kenya. Seed Potato systems. 54:253 266.
Gunarto. A. 2003. Pengaruh penggunaan ukuran bibit terhadap pertumbuhan, produksi dan mutu umbi kentang bibit G4 (Solanum tuberosum). Jurnal sains dan Teknologi Indonesia. 5:173-179.
Kende, H. And J.A.D. Zeevart. 1997.the five classical plant hormonest.
The Plant cel.9:1197-1210.
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta. Pp 21-31
Harlastuti,1980. Pemupukan Gandasil D lewat Daun Dibandingkan Dengan Pemupukan NPK Berat Tanah Pada Tanaman Kentang. Fakultas Pertanian UGM.
Hasni, D., Ferliati. R., Kusdianti. S., Solihat. 2014. Pertumbuhan dan produksi umbi tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.) varietas granola dari bibit GO yang diberi zat pengatur tumbuh. Formica Online, (1), 1
V.V. Satyavathi, P.P. Juauhar, E.M. Elias, M,B. Rao. 2004. genomic, molecular genetic and biotechnology efect of growt regulators on in vitro plant generation. Crop Sci. 44:1839-1846
Setiawati. 2007. Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Sayuran. Penerbit Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung. 6-11
Refbacks
- There are currently no refbacks.