Tingkat Ketahanan Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) terhadap Penyakit Antraknosa akibat Pemberian berbagai Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Interval Penyiraman
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Benyamin, L. 2015. Dasar – dasar Fisiologi Tanaman. Rajawali Press. Jakarta.
Budiyanto, G. 2009. Bahan Organik dan Pengelolaan Nitrogen Lahan Pasir. UNPAD Press.
Harpenas, Asep dan R. Dermawan. 2010. Budidaya Cabai Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hersanti, F. L. dan Zulkarnaen, I. 2001. Pengujian Kemampuan Campuran senyawa Benzothiadiazol 1% - Mankozeb 48% dalam Meningkatkan Ketahanan Cabai Merah terhadap Penyakit Antraknosa. Prosiding Kongres Nasional XVI dan Seminar Hasil PFI, Bogor. 22–24.
Lubis, K. 2000. Tanggapan Tanaman Terhadap Kekurangan Air. Makalah Seminar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Marlina, N. 2010. Pemanfaatan Pupuk Kandang pada Cabai Merah (Capssicum annum .L). Jurnal Embrio. 3(2):105-109
Musnamar, E. I. (2003). Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta, 72.
Semangun, H. 2001. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sumarna, A. 2002. Pengaruh Interval Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai di Lahan Kering. Laporan Kerjasama Balai Penelitian Tanaman Sayuran dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengairan.
Taiz, L., E. Zeiger. 2002. Plant Physiology. England: Sinauer Associate
Widowati, L.R. 2004. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Agromedia Pustaka. Jakarta, 22-29
Wiskandar, 2002. Pemanfaatan pupuk kandang untuk memperbaiki sifat fisik tanah di lahan kritis yang telah diteras. Konggres Nasional VII.
Zen, K., R. Setiamihardja, Murdaningsih dan T. Suganda. 2002. Aktivitas Enzim Peroksidase pada Lima Genotip Cabai yang Mempunyai Ketahanan Berbeda terhadap Penyakit Antraknosa. Jurnal Agronomi. Zuriat 13(2):97- 105.
Refbacks
- There are currently no refbacks.