Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati VP3 Bersama Kompos Dibandingkan Dengan Pupuk NPK Terhadap Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Viabilitas Bakteri Tanah

Khodiroh Shokibatun, Mahayu Woro Lestari, Novi Arfarita

Abstract


Pupuk hayati VP3 yang telah diformulasikan dan dikembangkan pada penelitian sebelumnya mengandung 3 bakteri tanah yaitu bakteri penambat N free, bakteri pelarut fosfat dan bakteri penghasil EPS (eksopolisakarida) untuk pemantap agregat tanah. Aplikasi pupuk hayati VP3 yang diaplikasikan bersama kompos dengan cara diaplikasikan ke tanah. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan 3 ulangan dan untuk viabilitas bakteri tanah dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Pemberian pupuk hayati VP3 dan pupuk NPK berpengaruh terhadap viabilitas bakteri tanah. Perlakuan pupuk hayati VP3 bersama kompos + NPK 75% memberikan hasil produksi tanaman buncis terbaik, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan aplikasi pupuk hayati VP3 bersama kompos + NPK 50% dan 25%. Namun, pemberian pupuk hayati VP3 bersama kompos saja mempunyai potensi lebih bernilai ekonomis.

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2009. Petunjuk Penggunaan pupuk NPK Pelangi, PT.Pupuk Kaltim Bontang.

Arfarita, N., Hidayati, N., Rosyidah, A., Machfudz, M. and Higuchi, T., 2016. Exploration of indigenous soil bacteria producing-exopolysaccharides for stabilizing of aggregates land potential as biofertilizer. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 4(1), p.697.

Arfarita, N., Lestari, M.W., Murwani, I. and Higuchi, T., 2017. Isolation of Indigenous Bacteria of Phosphate Solubilizing from Green Bean Rhizospheres. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 4(3), p.845.

Arfarita, N., Muhibuddin, A. and Imai, T., 2019. Exploration of indigenous free nitrogen-fixing bacteria from rhizosphere of Vigna radiata for agricultural land treatment. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 6(2), p.1617.

Djaja, W., 2008. Langkah Jitu Membuat Kompos dari Kotoran Ternak & Sampah. AgroMedia.

Dole, JM & HF, Wilkins. 2005. Floriculture: Principles and Species. Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey.

Jumin, H.B., 2008. Dasar-Dasar Agronomi PT. Radja Grafindo. Jakarta .

Lakitan, B., 2000. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. PT RajaGrafindo Persada.

Lingga dan Marsono. 2004. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Redaksi Agromedia.

Jakarta.

Rihanna, S., Heddy, Y.B. and Maghfoer, M.D., 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Pada Berbagai Dosis Pupuk Kotoran Kambing dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Dekamon. Jurnal Produksi Tanaman, 1(4), pp.369-377.

Setyorini, D., 2004, October. Strategies Harmonize Rice Production With Biodiversity. In Workshop on Harmonious Coexstence of Agriculture and Biodiversity, Tokyo, Japan (pp. 20-22).

Simanungkalit, R.D.M, Suriadikarta, D.A, Saraswati,R, Setyorini, D, & Hartatik,W. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Organic Fertilizer and Biofertilizer. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Simalango E. 2009. Dampak Pupuk Kimia.http : //eriantosimalango. Wordpress.com/2009/06/03/dampak-pupuk-kimia/ (diakses tanggal 22 April 2019).

Subandi, 2010. Mikrobiologi Perkembangan, Kajian dan Pengamatan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sutedjo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Cipta. Jakarta.

Suriawiria, H.U. 2002. Pupuk organik kompos dari sampah. Bioteknologi Agroindustri. Humaniora Utama Press. Bandung. 52 hal.

Syafarotin, S., Arfarita, N. and Woro, M., 2018. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati bersama Kompos terhadap Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Viabilitas Bakteri Tanah. Jurnal Folium, 2(1), pp.20-30.

Vessey, J.K., 2003. Plant growth promoting rhizobacteria as biofertilizers. Plant and soil, 255(2), pp.571-586.

Widayanti, S. dan Suwandi. 2007. Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk NPK Terhadap Tanaman Buncis. Bojonegoro.

Wu, M., Qin, H., Chen, Z., Wu, J. and Wei, W., 2011. Effect of long-term fertilization on bacterial composition in rice paddy soil. Biology and Fertility of Soils, 47(4), pp.397-405.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.