EFEK SINERGIS PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOPI DAN KALIUM FOSFAT TERHADAP KUALITAS HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus)

Hamdan Hamid, Hamdan Hamid

Abstract


Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) merupakan sayuran tropis bernilai nutrisi yang mutu polong mudanya ditentukan oleh ukuran buah, bobot, total padatan terlarut, vitamin C, dan kesegaran fisiologis saat panen. Penelitian ini bertujuan interaksi interaksi pupuk organik cair (POC) limbah kopi dan kalium fosfat terhadap hasil dan kualitas polong muda okra. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Merjosari, Malang, pada Oktober sampai Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan kontrol. Faktor pertama adalah jenis POC limbah kopi, yaitu ampas kopi dan kulit kopi pada konsentrasi 30 ml/L. Faktor kedua adalah kalium fosfat 0, 2, 4, 6, dan 8 ml/L. Hasil menunjukkan bahwa POC kulit kopi dan kalium fosfat 4 ml/L menghasilkan komponen hasil terbaik, yaitu panjang buah 11.55 cm, diameter 19.42 mm, dan bobot segar 16.36 g. POC ampas kopi dan kalium fosfat 6 ml/L menghasilkan total padatan terlarut tertinggi 4.77 °Brix. Vitamin C tertinggi, 68.44 mg/100g, diperoleh pada P1M2, P1M4, dan P2M4, sedangkan klorofil tertinggi terdapat pada P2M3 sebesar 112.65 unit SPAD. Kombinasi POC kulit kopi dan kalium fosfat 4 ml/L layak dipertimbangkan sebagai rekomendasi awal untuk meningkatkan hasil fisik polong muda okra.Kata kunci: limbah kopi, kalium fosfat, kualitas okra

Refbacks

  • There are currently no refbacks.