PENGARUH APLIKASI BIOSAKA DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA N, P, DAN K PADA PADI GOGO VARIETAS INPAGO 13 FORTIZ
Abstract
Penggunaan pupuk an-organik secara terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan tanah yang mengakibatkan penurunan produktivitas padi. Oleh karena itu, perlu dilakukan sistem manajemen tanah dan budidaya padi yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan serapan hara N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biosaka dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan serapan hara N, P, dan K pada padi gogo varietas Inpago 13 fortiz. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot (Rancangan petak terbagi) yang terdiri dari 2 petak. Faktor I adalah aplikasi biosaka (B) sebagai petak utama yang terdiri dari 2 taraf yaitu: B0 (Tanpa Biosaka) dan B1 (Dengan Biosaka). Faktor II adalah pemupukan (P) sebagai anak petak terdiri dari 6 taraf yaitu: P0 (Tanpa Pupuk), P1 (Pupuk anorganik 100%), P2 (Pupuk anorganik 75%), P3 (Pupuk anorganik 50%), P4 (Pupuk anorganik 25%), dan P5 (Vermikompos 2 kg/plot). Variabel yang diamati adalah variabel pertumbuhan dan serapan hara N, P, dan K. Data yang dihasilkan dari analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%, jika terdapat pengaruh yang nyata maka diuji lanjut menggunakan uji BNJ 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum perlakuan B0 (Tanpa Biosaka) memberikan respon pertumbuhan yang terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, dan luas daun. Pada serapan N, P, dan K kombinasi B1P3 (Dengan biosaka + pupuk anorganik 50%) secara umum memberikan hasil serapan tertinggi masing-masing sebesar 4,05 % (serapan N), 0,46 % (serapan P), dan 1,68 % (serapan K).
Kata kunci : Inpago 13 Fortiz, Biosaka, Pupuk An-organik.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.