Pengaruh Dosis Dan Interval Pemberian Pupuk Biokomplex Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca Sativa L.)

bagus rahmawan, Agus Sugianto, Siti Muslikah

Abstract


Curly lettuce (Lactuca sativa L) is a horticultural plant that is in great demand by the public today and contains many nutrients and vitamins, including: Calcium, Phosphorus, Iron, Vitamins A, B and C. The negative effect of the green revolution lasting more than 30 years, one of the factors is the field of fertilization resulting in reduced ecosystems in the soil. Biocomplex biofertilizer is one alternative because it can help improve the ecosystem in the soil. This study aimed to study the effect of dosage and interval of application of biocomplex fertilizer on the growth and yield of curly lettuce. The design used was a factorial randomized block design  consisting of 2 factors. The first factor consists of a dose of biocomplex fertilizer (100 ml/polybag and 200 ml/polybag). The second factor consisted of the interval of application of biocomplex fertilizers (3 days before planting, 3 days before and 1 time after planting, 3 days before and 2 times after planting, 3 days before and 3 times after planting) and control. The results showed that there was a significant interaction on the total fresh weight parameter of plants (D2T4 = 88.25 grams) which showed better results than other treatments and controls. Treatment D2 (dose of 200 ml/polybag) gave optimal results at the economic weight of curly lettuce plants reaching 53.79 grams. The T4 treatment (4 times interval) of biocomplex fertilizer gave optimal results on the dry weight of curly lettuce plants reaching 6.40 grams


Full Text:

PDF

References


Darmawan, J dan JS Baharsjah., 2010. Dasar-dasarFisiologi Tanaman. SITC. Jakarta. 85 hlm.

Firmansyah, I. L., N. Khariyatun dan M.P.Yufdi. 2015.Pertumbuhan dan HasilBawang Merah dengan AplikasiPupuk Organik dan PupukHayatipada Tanah Alluvial.JurnalHortikultura. 25(2):133-141.

Hari, A.J Soeseno Hardjoloekito. 2009. Pengaruh Pengapuran dan Pemupukan P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Latosol.Universitas Soerjo Ngawi.

Manuhutu, A.P., h. Rehatta dan J.J.G. Kailola. 2014. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Bioboost terhadap Peningkatan Produksi Selada ( Lactuca sativa). Jurnal AgrologiaVol 3 No 2. Ambon : Universitas Pattimura.

Mas’ud H. 2009. Sistem hidroponik dengan nutrisi dan media tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil selada.

Novizan 2005. Pemupukan yang efektif.Agromedia Pustaka. Jakarta.

Ramadhani, D. 2010. Pengaruh pemberian bakteri asam laktat, bakteri fotosintetin anoksigenik dan bakteri pelarut fosfat terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica chinesis L var. Tosakan). Naskah Skripsi S-1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Rambe, Muhammad Yunus. 2013.†Penggunaan Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Media Gambut. Fak. Pertanian Univ. Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.

Sastradihardja, Singgih. 2006. Sukses Bertanam Sayuran Secara Organik. Angkasa. Bandung.

Simanungkalit, 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Organic Fertilizer and Biofertilizer. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Sudiarto dan Gusmaini. 2004. Pemanfaatan bahan organik in situ untuk efisiensi budidaya jahe yang berkelanjutan.Jurnal Litbang Pertanian 23(2): 37-45.

Sumarno. 2007. Teknologi Revolusi Hijau Lestari untuk Ketahanan Pangan Nasional di Masa Depan. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Suwahyono. U.,2011. Petunuk praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif dan Efisien,Penebar Swadaya, Jakarta. PT ALAMI. 2010. Pupuk Hayati Bio-P Dalam Budidaya Tanaman. Cileungsi, Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.